Selasa, 20 September 2016

Si Bolang di Ponorogo


Dunia anak-anak adalah masa yang luar biasa. Penuh tawa dan khayalan. Kebanyakan orang di belahan bumi, memiliki kenangan indah di masa itu. Trans 7 punya tayangan film anak-anak yang diputar selama 30 menit setiap hari pukul 12.30. Film itu berjudul Si Bolang, singkatan dari Bocah Petualang. Sosok Si Bolang adalah sebutan dari seorang anak setempat yang memimpin teman-temannya berpetualang di sekitar tempat tinggalnya.

Pondok Pesantren Darul Fikri Bringin Ponorogo Peringati HUT RI ke 71 dengan Pawai Ta'aruf


Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia  (HUT RI ) yang ke 71, Pondok Pesantren Darul Fikri Bringin Kauman Ponorogo menggelar Pawai Ta'aruf. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Ahad, 28 Agustus 2016. Pawai Ta'aruf ini diikuti seluruh  Keluarga Besar Pondok Pesantren Darul Fikri, yang meliputi santri, para guru, dan para simpatisan. Iring-iringan pawai ini diikuti sekitar 16 kereta mini dan 14 mobil dengan route Bringin - Sambeng - Condong - Ngumpul - Balong - Dengok dan kembali ke Bringin. Acara ini juga diliput oleh media cetak dan elektronik di Ponorogo.

Jumat, 11 Maret 2016

Wisata Air Terjun di Ponorogo

1. Air Terjun Pletuk, Sooko


Air Terjun Pletuk atau juga dikenal dengan nama Coban Temu adalah air terjun yang terletak di , sebelah tenggara  pusat kota Ponorogo atau lebih tepatnya sebelah selatan dari Kecamatan Pulung. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 30 m dan berada di atas ketinggian 450 meter di atas laut. Kawasan ini dikelilingi oleh perbukitan yang menjulang tinggi, dan ditumbuhi sejumlah tanaman.

Untuk menuju ke lokasi air terjun ini dapat menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Kondisi jalan ke lokasi sudah beraspal mulus akan tetapi berkelok kelok dan naik turun.

Minggu, 06 Maret 2016

Senin, 29 Februari 2016

Mawar Yang Malang

Bak sekuntum mawar dikau berkembang
Harum menyebar.. Memikat kumbang
Tubuhmu segar.. Hatimu jalang
Yang tak benar.. Sering kau terjang
Gemar melanggar apa yang terlarang
Kapan kau sadar wahai wanita malang?

Jangan Jumawa

Tak ada yang pantas dikau banggakan..
Tak ada yang layak dikau sombongkan..
Tubuh yang kekar, Wajah yang tampan, Angkuh wibawa..
Simpanan harta yang tak terhingga..
Semua hanya dunia belaka..
Tidak setara sayap serangga..

Bahagia


Bahagia.. Sungguh cantik dikau
Sungguh jelita dikau
Gemerlap bak mahkota bertaburkan permata
Seakan intan di dada mutiara

Bangkitkan Jiwamu Fata !

Bangunan kokoh itu telah runtuh, Fata
Dalam sebuah gempa mengguncang alam semesta
Gempa berdarah penuh derita
Bendera perkasa itu telah tecabik dan ternista
Para punggawa telah gugur tersungkur
Puing-puing berserakan di mana-mana
Umatmu terkapar berlumur darah bermandi air mata

Pesan untuk Putri Tercinta

Ku sayang kau sejak kau sesosok bayi..
Kujaga dikau sepenuh hati..
Mataku tak terpejamkan jika kau tersakiti..
Tangisan manjamu seakan senandung burung kenari..
tawa mungil bibirmu di hatiku bagai nyanyian bidadari ..
Stiap gerakmu,..di mataku adalah tari..